Jumat, 03 April 2009

AJI BRAJAMUSTI

Keampuhan ajian ini tak perlu diragukan lagi. Dan siapa pun yang mampu mengamalkannya dengan sempurna, pasti mempunyai kekuatan pukulan yang amat menakjubkan ....

Sejak kecil, putera Arya Werkudara dengan Dewi Arimbi sudah menunjukkan kebolehannya. Betapa tidak, setelah oleh para Dewa dimasukkan ke dalam kawah Candradimuka badannya langsung menjadi dewasa. Bahkan kesaktiannya pun langsung meningkat. Sebagaimana telah diketahui, di dalam suatu pertarungan, satria Pringgandani yang mampu terbang melayang-layang di luasnya angkasa tak sekalipun pernah menggunakan senjata. Sebab keampuhan sepasang tangan dan kakinya, sudah benar-benar teruji.



Keampuhan sepasang tangan dan kaki Raden Gatotkaca karena di dalamnya bersarang diri keempat pamannya yang begitu sakti serta teramat menyayanginya. Dan salah satunya adalah Brajamusti.

Hampir tak jelas, siapa yang mula-mula mengamalkan ilmu pukulan Brajamusti yang teramat ampuh ini. Yang jelas, pada masa lalu, dapat dipastikan hampir semua jawara persilatan mengamalkan ilmu yang satu ini sebagai senjata pamungkasnya.

Mantera ajian Brajamusti adalah sebagai berikut:

Si kata si kara welang, macan gembong ing gigirku metu kilat ing cangkemku, petak wedi si jabang bayi andeleng awak badan sariraku, katon agimbal jatal yen anggereng kaya gandarwa sewu suwaraku, yen aturu katon lembak-lembak kaya sagara, yen angadeg katon kaya gunung sewu, yen lumaku kaya gunung sewu alelaku, metu wadung ing dedengkulku, metu petel ing sikutku, metu gunting darijiku, sing tak garap sing tak usap teka bencur teka mancur, bayune si jabang bayi, asalira saking bayu mulih maring bayu, asalira saking ora mulih maring ora, dadaku brajaku brajamusti, pupuku si paron tunggal, epek-epekku si braja keras, darijiku si wesi gunting, sing tak cekel tugal, sing tak usap lebur musna ilang tanpa karana, la ila'ilaha ila'llah, Muchammad Rasulu'llah

Sebelum melakukan kita harus mandi keramas dengan kembang sembilan macam. Setelah itu mutih tujuh hari tujuh malam dilanjutkan dengan pati geni sehari semalam."
"Waktu menjalani puasa mutih, tiap tengah malam, mantera harus dibaca sebanyak sebelas kali."
Demikian kisah keampuhan ajian Brajamusti, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca yang gemar mempelajari berbagai ilmu kadigdayaan yang tersebar di seluruh nusantara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar